Korban bom di stadion Turki bertambah menjadi 38 orang, termasuk di antaranya 30 polisi. Kelompok kecil dari Organisasi Kurdistan (PKK), yang bernama Prajurit Kebebasan Kurdistan (TAK) mengklaim bertanggung jawab atas dua ledakan di luar stadion Vodaphone Arena.
Melihat banyaknya korban polisi, pejabat Turki yakin serangan ini memang ditargetkan pada polisi.
Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu, seperti dilaporkan Independent, Senin (12/12) mengatakan ledakan terjadi di dekat bus polisi, di mana para polisi berkumpul usai menjaga stadion yang melangsungkan laga antara Besiktas dan Bursaspor.
"Kami berpikir, bom mobil diatur mati dan dikendalikan jarak jauh dengan sebuah alat. Bom ini sepertinya sengaja diparkir dekat dengan mobil kepolisian," kata Soylu.
Dia menambahkan, usai bom pertama di tempat parkir stadion, hanya selang beberapa menit bom kembali meledak di Macka.
"Hanya selang beberapa menit, seorang terduga pelaku diidentifikasi di Macka oleh petugas keamanan kami. Mereka menyerahkannya ke kepolisian, namun dia meledakkan diri setelah ledakan bom di tempat parkir stadion," sambungnya.
Akibatnya, total 166 orang luka-luka, termasuk 23 di antaranya dalam kondisi kritis di rumah sakit.
Sumber : merdeka.com

