Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan, BPBD Kabupaten Pidie dan Kabupaten Aceh Tamiang telah berkoordinasi untuk mengirimkan bantuan personel dan alat berat untuk evakuasi korban gempa bumi di Aceh.
“Sebanyak 740 personel TNI juga dikerahkan untuk proses pencarian dan evakuasi korban dan 6 personel tim Pusat Krisis Kesehatan Aceh,” ujarnya di Kantor Pusat BNPB, Jakarta, Rabu, 7 Desember 2016.
Selain itu, sejumlah 40 personel Tagana juga telah menyiapkan dukungan logistik ke lapangan di gudang Pidie Jaya.
Adapun sejumlah bantuan yang sudah diberikan dalam upaya membantu korban, yaitu bantuan dari PMI Provinsi Banten 500 paket family kit dan 500 paket hygiene kit. Selain itu, 1.000 Iembar selimut, 200 kantong mayat, 50 helai rompi, 500 tarpaulin.
Hingga pukul 13.10 WIB, korban meninggal dunia akibat gempa di Aceh sebanyak 52 orang. "Data yang kami kumpulkan 52 meninggal, 73 orang luka berat dan 200 luka ringan," kata Sutopo.
Sejumlah 52 korban meninggal tersebut berasal dari dua wilayah, yaitu di Pidie Jaya sebanyak 50 orang dan 2 orang di Bireun.
Selain korban jiwa, beberapa bangunan juga mengalami kerusakan. Lokasi yang mengalami kerusakan materiil cukup parah berada di Kabupaten Pidie Jaya yaitu, 105 unit ruko roboh, beberapa tiang listrik roboh, beberapa ruas jalan retak, 86 unit rumah rusak berat, 13 unit bangunan masjid roboh, satu unit gedung STAI Al-Azziziyah roboh, satu unit bangunan Indomaret roboh dan satu unit bangunan RSUD Pidie rusak berat.
"Sedangkan di Kabupaten Bireun kerusakan yang terjadi yaitu 2 unit rumah roboh dan 1 unit masjid roboh, 1 unit bangunan STAl AL-Azziziyah roboh dan 35 unit rumah rusak berat," ujarnya.
sumber : viva.co.id

